Tertatih Menuju Harap

 Tiada kata indah yang dapat menggambarkannya

Peluhnya yang tak dapat terganti

Biayanya tak dapat terbayar

Untaian doanya tak terhalang, tembus hingga ke langit


Pengorbanannya tak terbendung

Walau raga jarang bertegur

Namun dekapan di tengah jarak tetaplah lembut

Meski aral melintang, mereka tetap teguh


Banyak hal yang diperjuangkannya

Tuk membesarkan buah hatinya agar menjadi manusia bermanfaat di masa depan

Lihainya tanganmu merawat anak-anak kecil itu

Begitu dalamnya samudera kesabaranmu


Meski anak-anakmu masih membangkang

Meski anak-anakmu masih tertatih

Meski anak-anakmu selalu merengek dan memaksa

Namun, tetap kau tak pernah membenci


Kini kusadar, semua hal ini tak terjadi secara kebetulan

Semua terjadi karena ada titipan pelajaran dalam setiap perjalanan

Benar, katamu bahwa dunia terlampau keras

Kita hanyalah ikan kecil yang sedang berada di lautan lepas


Kau mengajari kami berenang

Walau kami masih terus tertatih dan terkadang banyak istirahat

Kau tetap sabar mendidik

Memang terkadang keras, tapi kami tahu bahwa itu bentuk cinta dan khawatir


Terima kasih Mah, Pak karena selalu ada

Walau kami terkadang masih mengecewakan

Namun, kalian selalu menghargai segala hasil kami

Meski kami sering tak mendengar ucapan

Tapi, kalian selalu menasehati tiada henti agar kami tak salah arah dalam menentukan kehidupan ini


Kuharap, suatu saat kita bisa berkumpul bersama

Dalam keadaan yang kita harapkan

Bahkan hingga di jannah-Nya kelak

Menyusuri sungai-sungai indah-Nya secara beriringan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih Adakah Ruang?

Logika Matematika Itu Enggak Mutlak!

Tidak Sekadar Tuntutan, Tapi juga Panutan