Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

Tidak Sekadar Tuntutan, Tapi juga Panutan

 Sebenarnya ini bukanlah akhir, justru ini adalah langkah awal dari dimulainya perjuangan. Kamu tahu, aku kagum dengan salah satu sosok pemimpin. Beliau bersahaja, sederhana, sigap, luwes, lugas, humble, ah masyaAllah deh. Jarang banget ada pimpinan yang begitu. Beliau begitu menghargai setiap peran dari masing-masing individu. Beliau suka bercanda, tapi candaannya tidak menyakiti hati siapapun, hebat ya. Terkadang kita hanya bisa bercanda dengan membully orang lain karena suatu hal. Picik juga ya kalo dipikir-pikir. Memang sih sekadar candaan, tapi bisa jadi candaan itu membawa luka bagi objek candaannya. Astaghfirullah dasar aku juga masih suka begitu heuu :(  Back to topic,  Beliau memang sudah berumur, tapi semangatnya muda, membara, membawa banyak pergerakan dan prestasi, bukan hanya sekadar omong kosong, bukan hanya sekadar memerintah. Tapi beliau turut serta dalam setiap halnya. Respect deh 🫡. Setiap kata yang beliau tuturkan, membawa makna dan pelajaran tersendir...

Logika Matematika Itu Enggak Mutlak!

 Hari ini berkesempatan berbincang dengan seorang satpam. Setelah tanya jawab dan cerita kesana kemari, ternyata beliau usianya seumuran dengan orang tuaku. Bedanya, beliau memiliki anak 5 bersaudara. Sementara keluarga saya 6 bersaudara. Kalo dipikir di zaman sekarang kok kaya banyak amat yaa nyampe ke setengah lusin 😅. Kamu tahu? Aku terkagum dengan perjalanan hidup keluarga beliau. Bekerja sebagai satpam tapi anak-anaknya bisa membuat bangga kedua orang tuanya. MasyaAllah. Salah besar kalo masih ada yang bilang "keterbatasan itu menghambat dan menghentikan segala mimpi". Itu hanya alasan untuk mencari pembenaran bagi para pemalas heuu :( kaya aku gitu ya? 🙃 wkwkw. Sedikit berbagi, semoga menjadi washilah bagi kita untuk semakin kuat dalam berusaha, dan saling menghargai sesama. Ternyata Bapak itu punya anak yang saat ini sedang mengenyam pendidikan tinggi S2 di luar negeri dengan beasiswa. Ditambah dia sambil bekerja, yang tuntutannya harus keliling Indonesia dan luar ne...

Masih Adakah Ruang?

 Saat kecil berpikir gimana ya punya uang? Buat beli a, b, c, d, e sampai z. Ketika udah dewasa, ternyata bukan uang yang kita butuh. Ah naif. Cuma omong kosong. Mau hidup pake apa?  Hmm, dunia kejam amat yaa kalo belum apa-apa udah dijudge 😅. Tenangkan dirimu dulu deh. Coba panggil anak dalam hatimu.. Tanyakan padanya, apa yang kita butuhkan saat ini? Aku yakin, kebutuhan terhadap ruang akan jauh lebih banyak. Bukan, bukan ruang secara fisik, seperti sebuah ruangan kosong, khusus untuk diri kita sendiri. Tapi, ruang untuk berkreasi, mengeksplor diri, mencoba hal baru, ruang untuk bicara, ruang untuk mendengar, ruang untuk mengemukakan pendapat  dan lainnya. Namun, aku seringkali tak percaya diri. Karena melihat orang di luar sana begitu jauh hebatnya. Mereka lugas dalam berkomunikasi, sigap dalam bertindak, cakap dalam mengambil keputusan. Hanya sering kali, mereka lupa untuk memberi kesempatan, lupa untuk mendengar. Karena, semua orang terlalu ingin menjadi peran utama...